Menyukai Tantangan
Tidak menghindari tugas sulit melainkan termotivasi saat menghadapi tekanan atau target tinggi.
PT Catur Elang Perkasa
Di dalam perusahaan PT Catur Elang Perkasa ada istilah 4AS yang menjadi panduan atau pedoman kita sehari-hari di lingkup perusahaan. 4AS terdiri dari empat bagian yaitu Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas, dan Kerja Ikhlas.
Menjadi pribadi yang menyukai tantangan dan terus bertumbuh melalui ketekunan, daya juang, dan semangat kebersamaan.
Bagian pertama dari 4AS yaitu Kerja Keras. Dari Kerja Keras ini ada lima perilaku kunci yang menjadi fondasi utama dari bagian Kerja Keras ini.
Tidak menghindari tugas sulit melainkan termotivasi saat menghadapi tekanan atau target tinggi.
Menjalankan tugas secara berkelanjutan dan tetap fokus meski menghadapi tantangan.
Bersedia mengerjakan berbagai peran demi dapat memenuhi kebutuhan tim dan klien.
Tidak menunggu diminta untuk membantu, justru berinisiatif menjaga kelancaran kerja tim.
Rela berkorban waktu dan tenaga ekstra demi hasil terbaik, tanpa mengorbankan efektivitas.
Menafsirkan kerja keras sebagai kerja terus-menerus tapi tidak terarah, membiarkan beban tidak merata dalam tim, atau mengabaikan keseimbangan hidup demi terlihat sibuk.
Menjadi sosok pembelajar yang berpikir strategis, cakap teknologi, dan inovatif untuk mencapai hasil terbaik secara efisien dan kolaboratif.
Bagian kedua dari 4AS yaitu Kerja Cerdas. Dari Kerja Cerdas ini ada enam perilaku kunci yang menjadi fondasi utama dari bagian Kerja Cerdas ini.
Memahami ruang lingkup tugas dan alur koordinasi untuk menentukan pendekatan kerja yang paling efektif dan efisien.
Menggunakan alat, sistem, dan teknologi terkini untuk menemukan solusi dalam menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat dan tepat.
Mengambil pelajaran dari pengalaman sebelumnya untuk menghindari kesalahan yang sama dan mempercepat proses kerja di masa depan.
Menjaga komunikasi dan kerja sama yang baik antar pihak yang terlibat, terutama dalam alur koordinasi lintas fungsi atau tim.
Mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, serta secara proaktif memperkaya pengetahuan dan keterampilan secara mandiri.
Tidak pernah merasa puas, selalu ingin meningkatkan diri dan karya melalui perbaikan proses berkesinambungan.
Terlalu mengandalkan jalan pintas, mengabaikan prinsip dasar (seperti kehati-hatian, prosedur yang benar, dan akurasi), dan bekerja sendirian tanpa menyelaraskan diri dengan tim.
Berkarya dengan penuh tanggung jawab dan rasa memiliki (sense of ownership), memastikan setiap bagian pekerjaan terselesaikan tanpa cela serta memberikan dampak nyata.
Bagian ketiga dari 4AS yaitu Kerja Tuntas. Dari Kerja Tuntas ini ada enam perilaku kunci yang menjadi fondasi utama dari bagian Kerja Tuntas ini.
Menyelesaikan pekerjaan dengan penuh konsentrasi dan konsistensi hingga benar-benar tuntas, bukan hanya menyelesaikan bagian sendiri tetapi juga membantu kelancaran proses selanjutnya.
Menjadikan masukan dari atasan dan rekan kerja sebagai bagian dari proses penyempurnaan hasil kerja, tanpa kehilangan tanggung jawab pribadi terhadap kualitas akhir.
Bertanggung jawab penuh atas porsi kerja masing-masing tanpa membebani rekan kerja.
Hasil kerja harus terstruktur dengan baik dan lengkap secara dokumentasi.
Bekerja tidak hanya untuk menyelesaikan tugas, tapi memastikan hasilnya memberi manfaat nyata bagi semua stakeholders.
Menyelesaikan pekerjaan dengan memperhatikan setiap tahapan, standar operasional, dan panduan yang berlaku.
Menganggap pekerjaan selesai tanpa validasi, meninggalkan bagian penting yang belum dituntaskan, atau membiarkan tanggung jawab berpindah ke orang lain.
Menjadi pribadi yang bekerja penuh ketulusan, menjunjung tinggi integritas, dan memaknai pekerjaan sebagai bentuk ibadah serta kontribusi positif bagi stakeholders.
Bagian terakhir dari 4AS yaitu Kerja Ikhlas. Kerja Ikhlas juga berarti tanpa pamrih dan tanpa harus selalu diawasi. Dari Kerja Ikhlas ini ada enam perilaku kunci yang menjadi fondasi utama dari bagian Kerja Ikhlas ini.
Tidak pelit ilmu, mau membagikan pengalaman kepada rekan kerja dan generasi penerus.
Menjalankan tanggung jawab dengan prinsip dan nilai moral yang kuat, tidak tergoda oleh kepentingan pribadi atau jalan pintas.
Tetap menjalankan tugas dengan baik walau tidak ada pengawasan langsung dari atasan maupun rekan kerja.
Menjaga suasana kerja yang harmonis dengan semangat dan niat baik.
Menyadari bahwa setiap tindakan adalah bagian dari ibadah kepada Tuhan, sekaligus amanah sebagai khalifah di muka bumi memberi manfaat bagi sesama.
Tetap menjalankan pekerjaan dengan baik, walau tidak mendapat apresiasi langsung atau sorotan.
Bekerja dengan pamrih atau transaksional (hitungan untung-rugi), tidak terbuka untuk berbagi ilmu, dan menciptakan suasana kerja yang tidak kondusif.
Menumbuhkan daya juang dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan.
Memastikan setiap upaya dilakukan secara efektif dan efisien.
Menjamin kualitas dan akuntabilitas hasil kerja.
Menjadi landasan moral yang menjaga integritas serta ketulusan dalam berkontribusi.
PT Catur Elang Perkasa
Di dalam perusahaan PT Catur Elang Perkasa ada istilah 4AS yang menjadi panduan atau pedoman kita sehari-hari di lingkup perusahaan. 4AS terdiri dari empat bagian yaitu Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas, dan Kerja Ikhlas.
Menjadi pribadi yang menyukai tantangan dan terus bertumbuh melalui ketekunan, daya juang, dan semangat kebersamaan.
Bagian pertama dari 4AS yaitu Kerja Keras. Dari Kerja Keras ini ada lima perilaku kunci yang menjadi fondasi utama dari bagian Kerja Keras ini.
Tidak menghindari tugas sulit melainkan termotivasi saat menghadapi tekanan atau target tinggi.
Menjalankan tugas secara berkelanjutan dan tetap fokus meski menghadapi tantangan.
Bersedia mengerjakan berbagai peran demi dapat memenuhi kebutuhan tim dan klien.
Tidak menunggu diminta untuk membantu, justru berinisiatif menjaga kelancaran kerja tim.
Rela berkorban waktu dan tenaga ekstra demi hasil terbaik, tanpa mengorbankan efektivitas.
Menafsirkan kerja keras sebagai kerja terus-menerus tapi tidak terarah, membiarkan beban tidak merata dalam tim, atau mengabaikan keseimbangan hidup demi terlihat sibuk.
Menjadi sosok pembelajar yang berpikir strategis, cakap teknologi, dan inovatif untuk mencapai hasil terbaik secara efisien dan kolaboratif.
Bagian kedua dari 4AS yaitu Kerja Cerdas. Dari Kerja Cerdas ini ada enam perilaku kunci yang menjadi fondasi utama dari bagian Kerja Cerdas ini.
Memahami ruang lingkup tugas dan alur koordinasi untuk menentukan pendekatan kerja yang paling efektif dan efisien.
Menggunakan alat, sistem, dan teknologi terkini untuk menemukan solusi dalam menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat dan tepat.
Mengambil pelajaran dari pengalaman sebelumnya untuk menghindari kesalahan yang sama dan mempercepat proses kerja di masa depan.
Menjaga komunikasi dan kerja sama yang baik antar pihak yang terlibat, terutama dalam alur koordinasi lintas fungsi atau tim.
Mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, serta secara proaktif memperkaya pengetahuan dan keterampilan secara mandiri.
Tidak pernah merasa puas, selalu ingin meningkatkan diri dan karya melalui perbaikan proses berkesinambungan.
Terlalu mengandalkan jalan pintas, mengabaikan prinsip dasar (seperti kehati-hatian, prosedur yang benar, dan akurasi), dan bekerja sendirian tanpa menyelaraskan diri dengan tim.
Berkarya dengan penuh tanggung jawab dan rasa memiliki (sense of ownership), memastikan setiap bagian pekerjaan terselesaikan tanpa cela serta memberikan dampak nyata.
Bagian ketiga dari 4AS yaitu Kerja Tuntas. Dari Kerja Tuntas ini ada enam perilaku kunci yang menjadi fondasi utama dari bagian Kerja Tuntas ini.
Menyelesaikan pekerjaan dengan penuh konsentrasi dan konsistensi hingga benar-benar tuntas, bukan hanya menyelesaikan bagian sendiri tetapi juga membantu kelancaran proses selanjutnya.
Menjadikan masukan dari atasan dan rekan kerja sebagai bagian dari proses penyempurnaan hasil kerja, tanpa kehilangan tanggung jawab pribadi terhadap kualitas akhir.
Bertanggung jawab penuh atas porsi kerja masing-masing tanpa membebani rekan kerja.
Hasil kerja harus terstruktur dengan baik dan lengkap secara dokumentasi.
Bekerja tidak hanya untuk menyelesaikan tugas, tapi memastikan hasilnya memberi manfaat nyata bagi semua stakeholders.
Menyelesaikan pekerjaan dengan memperhatikan setiap tahapan, standar operasional, dan panduan yang berlaku.
Menganggap pekerjaan selesai tanpa validasi, meninggalkan bagian penting yang belum dituntaskan, atau membiarkan tanggung jawab berpindah ke orang lain.
Menjadi pribadi yang bekerja penuh ketulusan, menjunjung tinggi integritas, dan memaknai pekerjaan sebagai bentuk ibadah serta kontribusi positif bagi stakeholders.
Bagian terakhir dari 4AS yaitu Kerja Ikhlas. Kerja Ikhlas juga berarti tanpa pamrih dan tanpa harus selalu diawasi. Dari Kerja Ikhlas ini ada enam perilaku kunci yang menjadi fondasi utama dari bagian Kerja Ikhlas ini.
Tidak pelit ilmu, mau membagikan pengalaman kepada rekan kerja dan generasi penerus.
Menjalankan tanggung jawab dengan prinsip dan nilai moral yang kuat, tidak tergoda oleh kepentingan pribadi atau jalan pintas.
Tetap menjalankan tugas dengan baik walau tidak ada pengawasan langsung dari atasan maupun rekan kerja.
Menjaga suasana kerja yang harmonis dengan semangat dan niat baik.
Menyadari bahwa setiap tindakan adalah bagian dari ibadah kepada Tuhan, sekaligus amanah sebagai khalifah di muka bumi memberi manfaat bagi sesama.
Tetap menjalankan pekerjaan dengan baik, walau tidak mendapat apresiasi langsung atau sorotan.
Bekerja dengan pamrih atau transaksional (hitungan untung-rugi), tidak terbuka untuk berbagi ilmu, dan menciptakan suasana kerja yang tidak kondusif.
Menumbuhkan daya juang dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan.
Memastikan setiap upaya dilakukan secara efektif dan efisien.
Menjamin kualitas dan akuntabilitas hasil kerja.
Menjadi landasan moral yang menjaga integritas serta ketulusan dalam berkontribusi.